Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu

Investigasi Dugaan African Swine Fever ASF di Tapanuli Utara.

  • 20/02/2026 07:49:00
  • By : Tulus Yosua, S.Kom
  • 51
Investigasi Dugaan African Swine Fever  ASF  di Tapanuli Utara.
Tapanuli Utara – Tim Balai Veteriner Medan melaksanakan kegiatan investigasi penyakit hewan pada ternak babi sebagai tindak lanjut laporan dari sistem iSIKHNAS terkait munculnya gejala klinis yang mengarah pada African Swine Fever (ASF) di Kabupaten Tapanuli Utara. Investigasi dilakukan di wilayah Kecamatan Siborongborong.
Tim yang terdiri atas drh. Emilia, M.Si, Rizi Rozandi, dan Chirisman Tambunan, didampingi oleh petugas drh. Lysma Hutapea yang merupakan Kepala UPTD Puskeswan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Tapanuli Utara, melakukan penelusuran lapangan guna mengonfirmasi dugaan kasus, mengidentifikasi lokasi serta populasi ternak terdampak, menghimpun data faktor risiko penularan, serta melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
Hasil investigasi menunjukkan adanya ternak babi di empat desa di Kecamatan Siborongborong yang menampilkan gejala klinis mengarah ke ASF. Gejala yang teramati antara lain penurunan nafsu makan, lemas, serta perubahan warna kebiruan (sianosis) pada bagian telinga dan tubuh.
Untuk memastikan diagnosis, tim mengambil sampel dari beberapa peternakan terdampak di Desa Pohan Tonga, Kelurahan Pasar Siborongborong, Desa Sitabotabo Turuan, dan Desa Paniaran. Sampel yang dikumpulkan meliputi 18 serum, 18 darah EDTA, dan 18 swab hidung, yang selanjutnya akan diuji di laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kegiatan investigasi ini bertujuan mengidentifikasi sumber penularan dan faktor risiko secara komprehensif, sekaligus memperkuat langkah pengendalian dan pencegahan ASF di wilayah terdampak. Balai Veteriner Medan menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah menjaga kesehatan hewan, melindungi keberlanjutan usaha peternak, serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia.
 
(Sumber : Drh. Emilia,M.Si)

KATEGORI