Direktur Kesehatan Hewan Buka Rakor Keswan Kesmavet Balai Veteriner Medan Tahun 2021

direktur-kesehatan-hewan-buka-rakor-keswan-kesmavet-balai-veteriner-medan-tahun-2021
Berita Sangkot 2021-07-11 15:47:44

Balai Veteriner Medan menyelenggarakan rapat koordinasi kesehatan hewan (keswan) dan kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet) dengan instansi terkait di wilayah kerja Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. Rapat koordinasi ini diikuti 56 dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan peternakan,  dilaksanakan melalui media zoom di aula Balai Veteriner Medan JL Gatot Subroto NO 255A Medan Rabu 07 Juli 2021 dan diikuti para peserta dari lokasi masing-masing.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara diwakili oleh Drh Muhamin Damanik. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Balai Veteriner Medan Drh Azfirman, MP yang menyampaikan terimakasih pada seluruh undangan yang telah bersedia hadir dalam rakor yang berlangsung satu hari ini. 

Direktur Kesehatan Hewan Dr. Drh. Nuryani Zainuddin, MSi membuka acara tersebut dan menyampaikan sambutan tentang pentingnya rapat koordinasi ini dalam rangka kolaborasi dan kerja sama antar instansi dalam mensukseskan pemberantasan penyakit hewan menular strategis. "Kegiatan Koordinasi Kesehatan Hewan ini dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan kerjasama antar instansi untuk mensukseskan pemberantasan Penyakit hewan menular strategis (PHMS) di wilayah kerja Balai Veteriner Medan" demikian dirkeswan menyampaikan.

Setelah pembukaan acara diisi dengan penyampaian materi oleh bebrapa nara sumber yaitu : direktur kesehatan hewan yang menyampaikan kebijakan nasional pengendalian dan pemberantasan PHMS, direktur kesmavet yang diwakili Drh Imron Suandi, MPH menyampaikan materi kebijakan nasional pengawasan pangan asal hewan, dan Kepala Balai Veteriner Medan dengan materi situasi PHMS dan Hasil Monitoring Surveilans residu dan Cemaran Mikroba di Wilayah Kerja Balai Veteriner Medan Tahun 2020-2021 pada sesi 1 yang dirangkai dengan diskusi dengan para peserta.

Sesi kedua dan ketiga diisi dengan materi yang disampaikan oleh Dinas Peternakan Aceh, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar Karantina Belawan dan Balai Karantina Kelas I Banda Aceh.

Diakhir acara disepakati  rekomendasi sebanyak 12 poin sebagai komitmen bersama seluruh instansi terkait dalam pengendalian PHMS dan Pengawasan produk pangan asal hewan di wilayah kerja Balai Veteriner Medan sebagai berikut :

A. Bidang Kesehatan Hewan

  1. Kegiatan Koordinasi Kesehatan Hewan dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan kerjasama antar instansi untuk mensukseskan pemberantasan Penyakit hewan menular strategis (PHMS) di wilayah kerja Balai Veteriner Medan.
  2. Indikator dalam bidang Kesehatan Hewan yang akan dicapai tahun 2021 yaitu meningkatnya mutu, keamanan dan kesehatan hewan komoditas peternakan dan kesehatan hewan, meningkatnya kesehatan hewan komoditas strategis, dan meningkatnya jumlah wilayah yang terbebas dari Penyakit hewan menular strategis (PHMS).
  3. Perlu sosialisasi kepada pedagang hewan/Pengumpul mengenai biosekuriti..
  4. Pemantauan pemasukan Babi ke dalam kompartemen babi di provinsi sumatera utara telah dilakukan sebagai upaya pencegahan pemasukan babi yang terinfeksi ASF ke wilayah provinsi sumatera utara.
  5. Dalam hal restocking ternak babi untuk kompartemen babi di wilayah Provinsi Sumatera utara diperlukan beberapa persyaratan tertentu yang harus diajukan melalui persetujuan Dinas yang membidangi kesehatan hewan di Kabupaten/Kota. Dokumen tersebut kemudian akan dikaji secara langsung oleh Dirjen PKH.
  6. Pengajuan kajian untuk perubahan status dari wabah ke endemis dapat dilakukan oleh Dinas Provinsi melalui Gubernur Kepada Menteri Pertanian.
  7. Dalam hal mendukung program pembebasan brucellosis Provinsi Aceh, dilakukan kegiatan pemantauan berupa pengambilan sampel secara aktif dan pemantauan lalulintas sapi oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh
  8. Perlu didorong pemberantasan rabies di Pulau Samosir melalui komitmen dan keterlibatan bersama dari seluruh pemangku kebijakan mulai dari dinas terkait hingga pemerintah daerah sehingga pemberantasan rabies dapat dilakukan secara optimal.

B. Bidang Kesehatan masyarakat Veteriner

  1. Kegiatan Koordinasi Kesehatan Masyarakat Veteriner dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan kerjasama antar instansi untuk mensukseskan pengawasan keamanan bahan pangan asal hewan di wilayah kerja Balai Veteriner Medan.
  2. Perlu dilakukan pembinaan di unit usaha, sinkronisasi pelaksanaan fungsi bidang kesmavet di unit usaha antara pembinaan dan pengawasan unit usaha, penilaian dan surveilens hewan, membangun mekanisme koordinasi antara pengawas kesmavet daerah, provinsi dan pusat untuk menjamin tersedianya bahan pangan asal hewan yang ASUH.
  3. Diperlukan komitmen antar dinas terkait dan pemerintahan Kabupaten/Kota dalam menjaga keamanan bahan pangan asal hewan melalui sosialisasi dan pengawasan NKV pada pelaku usaha.
  4. Dibutuhkan peran aktif dan kerjasama masyarakat untuk melakukan pengendalian keamanan bahan pangan asal hewan dalam hal pelaporan melalui aplikasi DILAN Kesmavet.

 

 

Komentar

Belum ada komentar

Tulis Komentar Anda

Silahkan login terlebih dahulu

Berita Lainnya

Berita Sangkot 2020-02-24 13:36:16

Sergai - 20/02/2020. Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) DR. Syahrul Yasin Limpo, SH, M. Si, MA, melaksanakan Panen Pendet dan Launching Program…

Berita Sangkot S Nasution 2019-04-17 00:17:35

Medan - Pelaksanaan Kegiatan Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Berbasis Pertanian (Bekerja) Balai Veteriner Medan Tahun Anggaran 2019  memerlukan pengawalan…


image image image

ZONA INTEGRITAS

Alamat

Jalan Gatot Subroto Np.255A, Medan 20127

No. Telp :(061) 8452253

Fax : (061) 8469911

SMS Pengaduan

+(62) 813 6063 8680

Jam Operasional

Senin s.d Kamis

Buka pukul : 07.30 - 16.00 WIB

Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB

Jumat

Buka pukul : 07.30 - 16.30 WIB

Istirahat : 11.30 - 13.00 WIB

Peta Lokasi